Rabu, 19 Oktober 2011

Rangkuman IPS ( Kolonial Bangsa Eropa )

Kolonial Bangsa Barat
No.
Keterangan
VOC
Pem. Hindia Belanda 1
Inggris
Pem.Hindia Belanda 2
1.
Waktu
20 Maret 1602- 31 Desember 1799
1-1-1800-1808
18-09-1811 sampai 1816
1814-1816
2.
Gubernur
-Pieter Both ( 1610-1619 )
-J.P. Coen

-Daendels ( 1808-1811 )
-Jansen
Thomas Stamford Raffles
Van den Bosh
3.
Kekuasaan :
a.      Ekonomi



























b.      Politik





c.       Di bidang pemerintahan pengadilan dan sosial









d.       Di bidang ilmu pengetahuan


























àMelakukan monopoli perdagangan
àMemiliki mata uang sendiri
àMengikat perjanjian dengan kerajaan lain














1) Mengadakan penyerahan hasil bumi (contingenten).
2) Memaksa rakyat-rakyat menjual hasil buminya kepada pemerintah
Belanda dengan harga murah (verplichte leverantie).
3) Melaksanakan Preanger Stelsel, yaitu kewajiban yang dibebankan
kepada rakyat Priangan untuk menanam kopi.
4) Menjual tanah-tanah negara kepada pihak swasta asing seperti
kepada Han Ti Ko seorang pengusaha Cina




àPenandatanganan kapilasi Tuntang pada tanggal 18-09-1811



è Pajak Tanah
àMenghapus segala kebijakan Daendels, seperti contingenten/
pajak/penyerahan diganti dengan sistem sewa tanah (landrente).
à Semua tanah dianggap milik negara, maka petani harus membayar pajak sebagai uang sewa.






















àPulau Jawa dibagi menjadi 16 karesidenan termasuk Jogjakarta
dan Surakarta.
àMasing-masing karesidenan mempunyai badan pengadilan.
àMelarang perdagangan budak.



àMengundang ahli pengetahuan dari luar negeri untuk mengadakan
berbagai penelitian ilmiah di Indonesia.
àRaffles bersama Arnoldi berhasil menemukan bunga bangkai
sebagai bunga raksasa dan terbesar di dunia. Bunga tersebut
diberinya nama ilmiah Rafflesia Arnoldi.
àRaffles menulis buku “History of Java” dan merintis pembangunan
Kebun Raya Bogor sebagai kebun biologi yang
mengoleksi berbagai jenis tanaman di Indonesia bahkan dari
berbagai penjuru dunia.





àTanam Paksa
4.
Sebab Jatuh
àFaktor internal
1. Banyaknya pegawai VOC yang melakukan korupsi.
2. Sulitnya melakukan pengawasan terhadap daerah penguasaan
VOC yang sangat luas.
àFaktor Eksternal
1) Meletusnya revolusi Prancis menyebabkan Belanda jatuh ke
tangan Prancis di bawah pimpinan Napoleon Bonaparte.
2) Reaksi penentangan oleh rakyat Indonesia terhadap VOC dalam
bentuk peperangan yang banyak menyedot pembiayaan dan tenaga.
Keadaan yang kian parah dan mengkhawatirkan menyebabkan
Belanda mengambil sikap, pada tangal 31 Desemnber 1799
VOC dibubarkan dan pemerintah kolonial di Indonesia mulai
dkendalikan langsung oleh pemerintah kerajaan Belanda.
àJassens ternyata berbeda dengan Daendels, ia lemah dan
kurang cakap. Pemerintah Jassens mewarisi situasi keamanan dan
ekonomi yang sangat buruk dan dibayang-bayangi ancaman Inggris
sewaktu-waktu. Pada bulan Agustus 1811 Inggris mendarat di
Batavia dipimpin Lord Minto. Belanda melakukan perlawanan
terhadap Inggris, tetapi tidak berhasil. Akibat serangan Inggris
tersebut Belanda menyerah dan akhirnya menandatangani
Kapitulasi Tuntang 11 September 1811*.
àPemerintahan
Napoleon di Prancis pada tahun 1814 jatuh. Akibat
berakhirnya kekuasan Louis Napoleon 1814, maka diadakan Konferensi
London.
Isi Konferensi London antara lain:
1) Belanda memperoleh kembali daerah jajahannya yang dahulu
direbut Inggris.
2) Penyerahan Indonesia oleh Inggris kepada Belanda berlangsung
tahun 1816.
3) Jhon Fendall diberi tugas oleh pemerintah Inggris untuk
menyerahkan kembali Indonesia kepada Belanda.
è Ditentang oleh orang dari bangsanya sendiri

Tidak ada komentar: